Chapter 2
Author : @xylhns69
Cast : -Oh Sehun | -Nam Jihyun
Genre : romance, drama, sad, marriage life, school life, friendship
Length : chapter
Note : tidak suka tinggal tekan back J!
READERS YANG SUDAH MAU BACA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR,KRITIK,SARAN!
NO COMENT NO READ ! NO COPY NO PASTE!
WARNING : TYPO BERTEBARAN !
PG : 17!
Happy reading ~
Cinta memang egois dan kau lah yang telah membuatku seperti orang gila, kau hanya milikku seutuhnya dan selamanya
-Oh Sehun
Cinta memang ajaib dan aku tak kan pernah bisa berhenti memikirkanmu, walaupun bumi berhenti berputar
-Nam Jihyun
***
Semenjak kejadian ditaman kota Seoul, lebih tepatnya di dekat toko buku, Soohe mulai mengawasi Sehun kemanapun dia pergi karena takut dia akan jatuh cinta kepada Jihyun.
Pagi pagi sekali Hyemi sudah datang kerumah Jihyun, karena dia tau kalau Jihyun memang susah untuk bangun pagi. Setelah sampai dirumahnya Hyemi pun langsung masuk begitu saja kedalam rumah Jihyun karena dia memiliki kunci cadangan rumah Jihyun. Jihyun sendri yang mengasihnya karena alasan agar Hyemi bisa membangunkannya pada pagi hari kalau dia belum bangun apalagi ada kelas.
@Hyemipov
“Yaa.. Jihyun-ah palli sudah jam 8 lebih 25 menit!” (perintahku sambil mengguncang guncakangkan lengan Jihyun)
“Mmmhh..” (desah Jihyun karena tidurnya sedikit terusik)
“Jihyun-ah palli ireona!” (teriakku ditelinga kirinya)
“YA..YA.. NE! KAU MEMBUAT TELINGAKU TULI HYEMI-AH!” (teriak Jihyun marah)
“Salah sendiri kau susah dibangunkan. Cepatlah mandi, aku tunggu diluar”
“Ahh.. ne”
@Hyemipovend
***
Setelah Jihyun selesai mandi berpakain dan berdandan, mereka pun langsung melesat ke kampus mereka. Untuk hari ini Jihyun tidak telat karena berkat jasa Hyemi yang membangunkannya.
Setelah 15 menit menempuh perjalanan dari rumah Jihyun ke kampus mereka pun telah sampai disekolah, mengingat mereka tadi pagi belum sarapan, mereka memutuskan untuk membeli sarapan dulu di kantin dan untung saja masih ada waktu 15 menit lagi.
@Jihyunpov
“Hyemi-ah kau pesan apa?” (tanyaku)
“Aku kimchi saja, minumnya air putih ne” (jawab Hyemi)
“Ahh ne tunggu J !” (jawabku)
Akupun langsung memesan makanan dan akupun harus antri karena disini banyak sekali orang yang mau makan. Tanpa kusadari aku melihat Sehun yang sedang membaca buku sambil memakai earphone dimeja nomer 21. Dia sedang sendiri. Tapi tiba tiba Soohe datang dan langsung memeluk lengan Sehun dengan manja, tapi Sehun menepisnya. Soohe pun melirik kearahku dan cepat cepat aku mengalihkan pandanganku karena tidak ingin ada sesuatu yang tidak tidak.
Sambil menunggu pesanan matang akupun kembali ke mejaku di nomer 17 tapi setelah aku berbalik aku menabrak seseorang dan itu Sehun. Aku pun takut kalau dia marah marah lagi seperti kemarin karena kurasa itu bukan seperti manusia tetapi seperti harimau.
“Gwechana Jihyun-ah?” (tanya Sehun)
“Ahh ne gwechana Seehun-ah, mianhae aku tidak melihatmu tadi” (jawabku)
“Ahh ne gwechana, kau disini sejak kapan dan bersama siapa?” (tanyanya)
“Aku baru saja kemari bersama Hyemi” (jawabku)
“Ohh” (jawabnya singkat)
“Kalau begitu aku kembali dulu Sehun-ah , annyeong!” (pamitku)
“Ne annyeong” (jawab Sehun)
Setelah bercakap cakap sebentar dengan Sehun akupun kembali ke mejaku, setelah aku sampai akupun langsung duduk disebelah Hyemi yang sedang asik membaca novel dan tanpa sengaja aku melihat Soohe yang sedang menatpku dengan tatapan ‘marah’. Aku pun langsung mengalihkan pandanganku, dan tiba tiba makanan datang, dengan cepat aku langsung memakan makanan itu tanpa memberitahu Hyemi yang sedang asyik membaca.
@Jihyunpovend
***
Setelah selesai makan, Jihyun dan Hyemi pun kembali ke kelas mereka dan ternyata guru mereka tidak bisa hadir karena suaminya sakit dan sedang dirawat di rumah sakit. Terpaksa 1 kelas dipulangkan, karena guru guru yang lain akan pergi menjenguk suami gurumu yang sedang sakit. Dan saat itu juga murid murid XII B terlihat gembira sampai sampai bersorak sorak histeris.
***
Jihyun dan Hyemi pun memutuskan untuk pergi jalan jalan sebentar setelah itu mereka akan mengerjakan tugas makalah mereka yang belum sempat dikerjakan sama sekali. Mereka pun memilih untuk berjalan jalan ke Sungai Han karena tujuan mereka memang kesana.
@Hyemipov
“Jihyun-ah aku mau beli air minum dulu kau beli juga tidak?”
“Biar aku saja yang beli ne, kau disini saja”
“Ahh ne gomawo Jihyun-ah, pali jangan lama lama!”
“Ne”
Sementara Jihyun pergi untuk membeli air minum, Hyemi pun memasang earphone dan membaca novel terbarunya yang baru saja ia baca saat tadi pagi di kantin sekolah.
@Hyemipovend
***
Sementara itu, Jihyun kesusahan untuk mencari orang yang menjual air minum biasa, dia pun tak menyerah karena dia sangat menyayangi Hyemi –sahabatnya- dia tidak ingin apa yang diinginkan Hyemi dia tidak bisa memenuhinya, karena jika dia membutuhkan sesuatu pasti Hyemi akan memenuhinya. Dia juga harus berbalas budi kepada Hyemi sebagai bentuk rasa persahabatannya dengan Hyemi – sahabatnya-
Tetapi Jihyun merasa kalau dia ada yang membuntutinya dari belakang. Sesekali dia menoleh kebelekang tetapi tidak ada satu orang pun, disini pun belum terlalu ramai karena baru pukul 10.00 , di Sungai Han akan ramai pengunjung kalau sudah jam 3 sore kebawah. Dia pun terus mencari air putih dan tiba tiba ..
Brukkk ...
Karena tidak berhati-hati, akhirnya Jihyun pun menabrak sebuah mobil dan ternyata si pengendara mobil adalah Sehun. Sehun segera turun dan melihat keadaan diluar mobil
“Arghh..” (pekik Jihyun kesakitan)
“Kau punya mata tidak sih?” (amuk Sehun)
“Mianham.. Sehun-ah?” (kaget Jihyun)
“Jihyun-ah? Kenapa kau selalu membuat masalah?” (marah Sehun)
“Mianhae Sehun-ah aku tadi buru buru”
Bukannya Sehun memaafkan atau membantu tetapi malah langsung pergi dengan mobilnya. Jihyun berdiri dengan tertatih-tatih dan akhirnya dia sampai di sebuah toko untuk membeli air minum.
***
Setelah selesai membeli air minum, Jihyun kembali ke Sungai Han untuk memberikan botol air minum kepada Hyemi.
“Mianhae Hyemi-ah aku lama”
“Ahh ne gwechana Jihyun-ah” Tanganmu kenapa?” (tanya Hyemi)
“Ahh aku tadi tidak sengaja tersandung batu dan aku terjatuh” (dusta Jihyun)
“Kau ini selalu ceroboh dan tidak berhati-hati lain kali hati hati ne”
“Ne”
Setelah mereka menguk sebotol air minum, mereka pun ke rumah Hyemi untuk mengerjakan makalah dan setelah selesai Jihyun pun berpamitan pulang karena sudah jam 8 malam.
“Hyemi-ah aku pulang dulu ne, sudah malam”
“Ahh ne hati hati di jalan Jihyun-ah”
“Ne, annyeong”
“Annyeong”
-Skip
Selama perjalanan pulang, Jihyun merasakan kantuk karena sedari tadi dia membuat kliping dengan mengetik di laptop milik Hyemi dan efeknya membuat dia merasa ngantuk. Dan Jihyun hilang kendali, akhirnya dia menabrak salah satu pohon dan dia tidak sadarkan diri.
***
@Sehunpov
Aku berjalan menuju kedai coffee untuk membeli secangkir coffe setelah aku selesai aku melewati jalan yang sepi karena aku tidak suka dengan keramaian lalu lintas karena itu akan membuat telingaku akan pecah. Tiba tiba aku mendengar suara
Braakkkk...
Akupun segera mencari arah dari suara tersebut, dan betapa kagetnya diriku melihat ada sebuah mobil menabrak sebuah pohon. Aku segera berlari dan menolong si pengemudi yang masih ada didalam mobil dengan keadaan tidak sadarkan diri. Betapa kagetnya aku melihat siapa pengemudi mobil tersebut ‘Jihyun’ gumamku dalam hati. Entah mengapa melihat Jihyun seperti ini hatiku terasa sangat sakit dan seperti ingin menangis. Segera ku gendong dia dan kubawa ke apartemenku. Untung saja apartemenku dekat dari sini. Setelah sampai akupun langsung merebahkan dia di tempat tidur kamarku dan segera kuhubungi dokter Kim untuk kesini. Dokter kim adalah ayah dari temanku Kim Jong In atau biasa disapa dengan Kai. Setelah 10 menit menunggu dokter Kim datang, akhirnya dokter Kim pun datang dengan Kai. Segera diperiksanya Jihyun yang sedang pingsan di kamarku.
“Heyy Sehun siapa dia dan dia kenapa?” (tanya Kai)
“Dia teman sekelasku namanya Nam Jihyun. Tadi waktu aku pulang dari kedai coffe aku melihat sebuah mobil menabrak sebuah pohon dan segera kutolong karena disana sepi dan hanya ada aku yang lewat. Dan dia adalah Jihyun, segera kubawa dia ke apartemenku karena tidak mungkin aku membawanya ke rumah sakit karena jarak dari sini ke rumah sakit 8km.” ( tutur Sehun)
“Ahh begitu rupanya. Sejak kapan kau peduli terhadap perempuan selain gadismu sendiri?” (tanya Kai penasaran)
“Kau ini bicara yang tidak tidak sudahlah jangan bicara yg tidak penting” (elak Sehun)
“Ne ne” (jawab Kai)
***
Setelah dokter Kim selesai memeriksa Jihyun dan keadaanya tidak apa apa karena dia hanya pingsan, dokter Kim menyarankan Sehun untuk merawatnya sampai dia sembuh karena Jihyun masih belum pulih sepenuhnya. Dan Sehun hanya bisa pasrah meng-iya-kan perkataaan dokter Kim.
Setelah dokter Kim pulang, Sehun langsung menuju dapur untuk mengambil sebaskom air es dan kain untuk mengompres dan membersihkan luka luka di badan Jihyun supaya terlihat lebih bersih dan rapi.
***
-Skip
Jam menunjukkan pukul 2 malam dan Jihyun terbangun dari tidurnya dan kepalanya terasa pusing karena habis kecelakaan tadi. Sebelum dia membuka bola matanya dia mencium bau wangi madu dan itu bukan bau kamarnya karena bau kamarnya adalah bunga lavender. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu membukanya perlahan dan dia terkejut karena ini bukan kamarnya. Lalu ia bangun dari tempat tidur kemudian keluar dari kamar untuk mencari dapur karena dia merasa tenggorokannya kering.
Matanya menangkap sosok pemuda yang tengah tidur meringkuk di sofa ruang tengah. Karena penasaran, Jihyun pun menghampiri sosok itu dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat sosok Oh Sehun sedang tidur di rumah ini dan lebih tepatnya di ruang keluarga ini. Jihyun yang terpesona karena wajah Sehun yang memang tampan dan hampir mendekati sempurna pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun, mengamati setiap inci wajah Sehun, sampai dia berhenti di bibir Sehun. Tanpa sadar, tangan Jihyun mulai menyentuh bibir Sehun dan jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi. Sehun yang merasa terganggu akhirnya pun membuka matanya perlahan dan menangkap tangan yang sedang memegang bibirnya.
“Emhh.. Jihyun-ah kau sudah bangun? Apa yang kau lakukan?” (tanya Sehun)
“Aaa..kkuu...eeemm...aaa” (Jihyun menjawab dengan terbata-bata)
“Ahh aku tahu, kau pasti terpesona dengan wajah tampanku kan?” (jawab Sehun sombong)
“Tcih! Percaya diri sekali dirimu. Lepaskan tanganku!”
“Akui saja dulu kalau kau memang terpesona?”
“Aku tidak terpesona, kau ini jadi orang terlalu pede”
“Kau menyukaiku?”
“Kau ini bicara apa?”
“Kalau kau tidak menjawab aku tidak akan melepaskan tanganmu”
“Memang kau siapa, mengatur ngatur diriku?”
“Bagaimana kalau aku tertarik padamu?”
“Haha itu tidak mungkin, kita kan musuh”
“Suatu saat kau pasti akan menjadi milikku”
“Kau ini sedang mimpi Oh Sehun, bangunlah”
“Kau milliku” ( bisik Sehun ditelinga Jihyun)
Kemudian Sehun melepaskan genggaman tangannya, dan kembali tidur meringkuk membelakangi Jihyun yang masih bengong tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan.
Tiba-tiba saja Sehun berkata seperti itu, dia juga tidak tahu kenapa tiba tiba berbicara yang tidak tidak. Jujur saja, ketika berada di dekat Jihyun, Sehun merasakan sesuatu hal yang aneh, tetapi dia tidak tahu hal apa itu. Jihyun membawa energi besar untuk seorang Oh Sehun. Pria yang terkenal dingin dan cuek kepada semua perempuan, kecuali dengan keluarga dan orang yang dicintainya seperti ‘Park Jiyeon’
***
Lain halnya dengan Sehun, Jihyun kembali ke kamar dengan perasaan campur aduk. Antara bingung dan tidak percaya? Bagaimana bisa Oh Sehun berkata seperti itu. Dilihat dari sorot mata yang tajam dan suara yang terkesan tegas bisa disimpulkan kalau Sehun tidak main-main. Hingga kepala Jihyun kembali berdenyut dan akhirnya ia beranjak tidur di tempat tidur.
T B C
Gimana jelek ya (?)
Maklumin ini ff pertama saya :)
Thanks yang udah mau baca :) Jangan lupa tinggalkan jejak !
RCL juseyo !
Twitter : @xylhns69
Words : +1800


